General Category > Alkitab

Bahasa Roh

(1/1)

zefa:
Shalom..
Saya mau tanya soal bahasa Roh, dulu sy sangat ga percaya karena di gereja Ayah sy ga ada pemahaman mengenai hal itu tapi pada saat saya doa pribadi di kamar, sy merasakan ada Kuasa yg melingkupi sy, sy bergetar dan berbahasa yg tdk sy mengerti tp tdk dpt sy hentikan. Singkat cerita, akhirnya sy memutuskan pindah gereja dan lahir baru di gereja salah satu cabang GBI

Sy sempat cerita ke Ayah sy dan beliau bilang "km itu msh muda dan labil jd mudah terpengaruh, saat Roh Kudus turun pd zaman Yesus terangkat ke Sorga dan murid2 berbahasa aneh yg tdk dimengerti org lain itu Roh Kudus mengajarkan bahasa Inggris, Belanda, Jawa, Sunda dll krn kan mrk hrs menyebarkan berita baik ke seluruh penjuru"

Nah, jadi sebenarnya pengertian bahasa Rog itu bagaimana? Sampai saat ini setiap sy berdoa sy selalu disertai bahasa yg tdk sy mengerti yg sebagian org bilang itu adalah bahasa Roh

Thanks. Gbuall

Kath:
Wow.. kamu mndapat kesempatan yg dimana tidak semua orang dpat merasakannya..

Freddy Fd:
Salam, Zefa. Tentang bahasa roh silahkan baca 1 Korintus 12 sd 14.
Spt kata ayahmu, Kis Rasul 2 itu mmg bkn karunia bahasa roh tp karunia bahasa asing, jd memang berbeda, dua2nya ada.
Yg km dpt adalah karunia bahasa roh ('r' huruf kecil). Bahasa roh adalah 'bahasa roh kita' yg berkomunikasi dengan Roh Allah / roh kita berdoa kpd Roh Allah dgn menggunakan kata2 yg tdk dimengerti oleh akal budi kita. Seringkali beban hati dan beban hidup seseorang demikian berat dan tdk dpt diungkapkan dgn kata2, dlm situasi demikian sering anak2 Tuhan diberikan karunia bahasa roh sehingga hatinya/rohnya bisa curhat dgn Tuhan. Jd bahasa roh adalah bahasa roh kita (spt komunikasi Adam dgn Tuhan yg putus di taman Eden yg dipulihkan ketika seseorang dilahirkan kembali menjadi anak Allah).
Jadi syukuri dan pakai saja bahasa roh itu dlm doa2 pribadimu, periksa hatimu: ada sejahtera dan menolong km lbh dekat dgn Tuhan kan?
Kalau dpt karunia 'menafsirkan bahasa roh' mk itu bisa digunakan utk meneguhkan orang lain/spt sharing Firman

AdiAdi:
Bahasa roh kadang jadi kesombongan padahal itu bahasa yg di anugerahkan supaya membedakan orang percaya dan yg tidak percaya .kadang kita teriak2 dengan bahasa yg kita klaim dari Tuhan padahal kita sbg manusia nggk tahu artinya yg paham y roh kita dan Tuhan ..kalo karunia mengartikan bahasa roh itu baru memberkati yg lain hati hati semakin diberi byk karunia makin byk tugas kita jgn asal pengen karunia tapi nggk bisa dan tahu gunanya apalagi takut biCara injil diluar tapi bahasa rohnya paling keras diGereJa.

hendipajama:
Perlu diingat juga bahwakarunia Bahasa roh (karunia lidah) hanyalah salah satu dari bermacam-macam karunia Roh Kudus. Dan tidak semua orang mutlak harus mempunyainya. Adalah otoritas Roh Kudus mau memberikan ke siapa. Kita tidak boleh bersandiwara seolah2 penuh Roh Kudus.

Dan jadi masalah kalau "ber-bahasa lidah" dijadikan suatu "kebiasaan" dalam suatu ibadah, sehingga ada anggapan ibadah dengan "bunyi-bunyian bahasa lidah" adalah ibadah yang penuh dengan lawatan Roh Kudus. Sehingga yang belum bisa berbahasa roh-pun berbuat seolah2 sudah dapat "bahasa roh," kemudian bunyi-bunyian bahasa roh itu dihafal, anggota jemaat yang satu mengikuti yang lainnya (ikut-ikutan bunyi-bunyiannya), sebab kadang terjadi suatu persepsi kalau tidak mengeluarkan bunyi "seperti bahasa roh" kok rasanya belom merasa "rohani." Nah pada taraf ini karunia roh itu dapat dipertanyakan.
Kita tidak usah 'menjudgement' orang di sebelah kita "berbahasa roh beneran" atau sekedar ikut2an bunyi-bunyiannya saja. Kita patut menilai kita sendiri, apakah saya "sekedar ikut-ikutan bunyi" atau tidak? Kalau kita merasa cuma ikut2an bunyi2annya, sebaiknya kita memberhentikan diri untuk tidak bergumam seolah2 bunyi bahasa roh.

Roh Kudus itu berotoritas, bukan kita yang mau, kalau memang kita benar-benar dijamah Roh Kudus dan kita dapat berbahasa lidah, ya... haleluyah!
Tetapi sekalilagi... jangan sekedar ikut2an bunyi-bunyiannya saja, asal 'meniru tetangga di sebelah' lantas kita ikut2an seperti berbahasa lidah.

Bahasa lidah bukan syarat masuk Surga, bahkan dikatakan bahasa lidah akan berakhir (1 Korintus 13:8). Syarat masuk Surga itu simple: cuma percaya/ beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita tidak boleh menambah2i syaratnya. Tapi walaupun "percaya/ beriman" kelihatannya simple, tetapi memelihara iman adalah sesuatu yang berat. Kita sering diperhadapkan dengan godaan-godaan, masalah2 yang mungkin dapat mengikis iman kita. Keadaan "percaya/ beriman" harus dipertahankan sampai pada akhirnya. 😉

Navigation

[0] Message Index

Go to full version